Isnin, 16 Februari 2009

sajak kehidupan

Airmata mengalir lagi

Saatku mengetahui kebenaran yang menghantui diriku
Hatiku hancur remuk penuh kekecewaan
Bagai kaca mengucup batu
Terlukanya tiada penawar
Bagaikan jasad tidak bernyawa
Hanya menunggu saat selimut putih menyarung tubuh

Kini

Setiap hari-hariku hanya mengenang kenangan lalu
Mengimbau segala pahit manis
Yang kulalui bersama mereka yang tersayang

Setiap jalan yang kulintasi
Tertinggal sisa memori lalu

Air mata mengalir lagi
Membasahi dairi hidupku
Tatkala terpandang hiasan foto-foto terindah

Airmata mengalir lagi
Tatkala menghitung sisa hidupku
Yang semakin hampir kepenghujungnya

Airmata mengalir lagi
Tatkala melihat insan tersayang disampingku
Menunggu saat pemergianku

Namun

Semua itu pasti juga terhenti
Bila masa tarikan nafas terakhir sampai penghujungnya

Tiada ulasan: