Ahad, 1 Februari 2009

sajak kehidupan

Desa kelahiranku

didesa itulah aku dibesarkan
kuala merotai nama keramat
tempat aku mengukir nama
disekolah kecil yang tak kering ilmu
didesa itu tiada siapa yang tidak mengenaliku
tiada siapa tidak pernah menemui ku
didesa itulah menjadi rumah jua syurga bagiku
didesa itu aku banyak melihat
setiap gambaran keperitan kehidupan
walau susah payah setiap hari yang dilalui
tetap juga dilalui dengan berbekalkan kesabaran
demi mencari sesuap nasi
untuk anak-anak dan isteri
didesa itu aku belajar merangkak
didesa itu aku belajar berkata-kata
didesa itu juga aku belajar ertinya kasih
yang tiada berbelah bagi
kehidupan didesa itu membuat
semangatku membara menyala
laksana api marak membakar
setiap yang kulalui didesa itu
tersemat dalam dairi hidupku
segala pahit manis masih segar dalam ingatan
walaupun lorong-lorong kulalui dulu
telah berubah wajah tidak seperti waktu itu

Tiada ulasan: