Selasa, 18 Ogos 2009

Sesuci Hati Seorang Guru

Tiupan angin sayu mengiringi jelmaan pagi
Membelai indah setiap pipi jajahannya
Tak kira apa jua sekalipun
sehingga
Membuat hati terpesona pabila berada dalam dakapan intimnya
Aduh! Gembira rasanya

Menatap setiap wajah yang mengucapkan
Mendengar setiap kata yang dilaungkan
Memerhatikan setiap tindakan yang diperlakukan
Demi menjaga hati yang kudus
Rutin harian itu menjadi amalan
Bagaikan musafir mengira langkah demi langkah

Tersingkap seribu memori
Terurai sejuta persoalan
Terjawab setiap yang dipersoalkan
Hasil dari seorang guru tua yang geliga
Yang menjadi pakar rujuk kepada semua insan
Dialah gedung ilmu teragung

Luahan kasihmu menjadi baja
Kepada mereka semua
Yang engkau kasihi
Setiap masa engkau sirami mereka
Dengan kesuburan idea-idea bernasmu
Yang membuatkan mereka terpaut sayang padamu
Kau selalu dalam ingatan
Walau waktu penuh kepadatan
Kerna semua itu bukan halangan
Buat anak-anak didikmu jauh darimu

Dikaulah jadi harapan
Buat kami yang bergelar si anak watan
Kau pendidik penuh kesyahduan
Segala ilmu dikau bekalkan
Tanpa ada istilah ‘lokek’ lahir dari sudut hatimu
Dikaulah insan semulia-mulia insan
Kata keramat ‘cikgu’ hanya buat dirimu

Ahad, 2 Ogos 2009

Bahterah cinta sejati

kasih

sedarkah akan dirimu
kehadiran cinta suci yang tulus dari ku
ianya mula berputik saat aku melihat wajah mu
saat aku mendengar suara mu
lantas meneliti setiap santun budi mu
waktu kita mula bertemu dahulu

kasih

tahukah juga akan dirimu bahawa
aku berkorban demi mu
dengan menyulam bahterah cinta kita berdua
tanpa merasa lesuh dan resah
agar bahterah itu dapat berkibar dengan gagahnya
sepertimana berkibarnya
bahterah cinta sutra maya kasih sejati

kasih
suatu saat dahulu
diriku pernah kecundang penuh kekecewaan
dalam arus cinta yang rapuh
namun kini hati ku seteguh hati si pujangga cinta
dengan hadirnya dirimu menyinari hati ku
juga keyakinan ku terhadap cinta mu
yang tak pernah luntur walau sedikit pun

dan

aku juga tahu
bahwa dikaulah sutra maya kasih ku