Sabtu, 10 Januari 2009

sajak cinta

KIAN

Kian sepi
Kian malap
Cerita tentang kita
Engkau menghilang entah kemana
Jauh dari sisiku
Aku sepi, kau meriah
Aku sedih, kau gembira
Kita tidak lagi serupa
Seperti waktu dulu
Yang
Seringkali sama
Walau dalam suka mahupun duka
Kini diriku berona kepiluan
Tidak lagi ceria seperti dulu
Bagai batuan ditepian pantai
Tiap kali menderita dipukul ombak
Detik aku ingin bersamamu
Kau menjauh entah dimana
Hatiku mulai kekusutan
Dirobek kebencianmu
Kini
Keriuhan tidak lagi kukenali
Hanya sepi yang menyelubungi
Setiap tindak tanduk hatiku
Aku hilang arah
Tidak tahu kemana ingin dituju
Seperti seekor semut ditengah lautan
Kian lama hatiku bersedih
Mengenang kepiluan yang telah berlalu
Sedang kini
Aku memohon keampunan pada ilahi
Jangan jadikan aku terus begini
Kerna ku takut
Aku akan hanyut dibuai mimpi kenangan lalu
Yang penuh dengan
Memori kepahitan

sajak guru

GURU

Guru…..
Kau ibarat telinga yang lembut
Itulah yang selalu dipulas
Tidak pernah rasa bosan
Walau apapun pinta anak muridmu
Kepadamu tetap kau hulurkan

Guru…...
Engkau pendidik yang berbudi
Engkau pengajag yang dikasihi
Dan
Engkau pengajar yang sangat kusayangi

Guru……
Kasihmu tidak pernah kulupakan
Dalam kenangan kusemadikan
Walau hujan ribut datang melanda
Dirimu tetap dalam ingatan

Kata keramat ‘CIKGU’ jadi sebutan
Dikala masa samaran waktu
Dikala senang mahupun susah
Cikgu jua jadi teman bicara hatiku
Terima kasih cikgu
Dirimulah pelita hidupku

sajak renungan

RENUNGAN

Keheningan malam
Melambai bayu pagi
Kabus menutup tirai awan
Bagai selendang menutup wajah
Kaki melangkah badan terpukau
Kaku pilu mendengar bicara
Mulut kemulut memedas telinga
Namun….. Harus ku terima seadanya
Hati merintih berlagu pilu
Mengenangkan kisah yang sudah berlalu
Kutukan nafsu menyala membara
Menusuk segar kedalam kalbu
Akhirul kata bicara bibir
Kata semangat pendorong fakir
Terimalah apa yang kutafsir
Agar dirimu tak tercicir

sajak sahabat

SAHABAT

Sahabat…..
Hadirmu dalam hidupku
Bagai cahaya penyuluh gelapan
Yang sentiasa bersinar terang
Walau dalam kepekatan malam

Sahabat…..
Tanpa kau sedar
Dirimu telah memberiku
Satu sinar harapan
Yang dulunya hitam kegelapan
Bagai dipusat sekujur hutan
Yang hanya kedengaran nyanyian
Si kecil serangga

Sahabat…..
Kalau dulunya hatiku gelap
Bagai suasana didalam hutan
Kini
Telah berubah bagai mentari
Bersinar terang
Hasil dari persahabatan kita
Sahabat kaulah segala-galanya bagi ku
Tanpa dirimu siapalah aku