Sabtu, 11 Februari 2012

sajak ayah

Pelangi Pudar

Tersentak aku dari hayalan indah
Sewaktu mendengar suara kesedihan
Suara yang tidak asing dicuping telingaku
Yang meminta aku pulang kekampung halaman
Sedang aku jauh diperantauan
Demi cinta suci ibu
Aku tidak membantah walau sedetik
Kerna syurga dibawah telapak kaki ibu
Aku segera keluar dari hayalan indahku
Mempersiapkan juadah perjalanku
Menuju kekampung kelahiranku
Setibanya aku disana
Tiada lagi keriuhan seperti dulu
Hanya tagisan yang menyelubungi
Setiap lorong kecil menuju rumahku
Kelopak mata yang sebelum ini
Cetek kekurangan air
Tiba-tiba dilanda banjir air mata air
Lalu membasahi landasan pipi
Yang tandus kekeringan
Hingga membuatku lemah tidak berdaya
Bagaikan dipukul ombak pantai tanpa henti
Kerna perginya seorang insan yang sangat kusayangi
Seorang insan yang sering
Mencurahkan kasih sayangnya padaku
Dialah ayah kesayanganku
Yang selalu menyokongku
Memberi semangat kepadaku
Dan memberi segalanya buat ku
Namun semua itu hanya tinggal kenangan
Kerna ayah tidak mungkin akan kembali lagi
Aku sedih kerna ayah tidak sempat melihat kejayaanku
Namun keadaan tidak boleh merubah segalanya
Kerna Allah maha kuasa
Dan kehidupan pasti bertemu kematian
Innalillah wainnalillah hirojiun
Kumohon pada Allah
Damaikanlah ayah disana
Bersemadi dalam keimanan
Aku tahu tiada hadiah terindah buat seorang ayah
Selain anak soleh dan solehah
Aku tahu tiada hadiah terindah buat seorang ayah
Selain melihat anaknya berjaya
Dan aku juga tahu dengan doa tulus
Bisa membuat ayah sentiasa bahagia
Ayah ampunilah segala kesalahan anakmu ini
Yang sentiasa membebanimu sedari kecil
Ayah ingin sekali aku merasa pelukan mesramu
Seperti waktu dulu
Menghantarku kesekolah
Dan
Mengucup dahiku sebelum masuk bilik darjah
Terima kasih ayah ku ucapkan kepadamu
Tanpamu siapalah diri ini
Tanpamu tiadalah aku didunia ini
Tanpamu tidak mungkin kuhirup udara ini
Tanpamu tidak mungkin kulihat keagungan yang maha kuasa
Tanpamu tidak mungkin kutahu erti kasih sayang
Tanpamu tidak mungkin aku capai kejayaan
Terima kasih ku ucapkan padamu ayah
Kerna tidak jemu membesarkan diriku
Kerna tidak jemu melayan kenakalanku
Kerna tidak jemu menasihati diriku
Terima kasih ku ucapkan
Ayah aku sangat meridui dirimu
Selamat tinggal ayah
Selamat tinggal ayah
Selamat tinggal ayah
Damailah kau disana

sajak ayah

TERIMA KASIH AYAH

ayah
teramat besar pengorbananmu terhadap diriku ini
penat lelah menjadi rutin harianmu
pergimu diwaktu pagi dan pulangmu diwaktu malam
semata-mata mencari sesuap nasi buat kami anak-anakmu
terlalu tinggi nilai kasihmu ayah
hingga diri ini begitu kagum padamu
dengan kecekalanmu
dengan kesabaranmu
dan dengan kegigihanmu
semua itu mengajar aku dengan apa yang dinamakan kasih seorang ayah
kesakitanmu hanya dirimu yang menangungnya
tidak sekali pun dirimu khabarkan pada anak-anakmu
aku tahu semua itu pasti kerna dirimu tidak mahu 
anak-anakmu risau akan dirimu
dan diwaktu itu dirimu hanya melakar 
wajah kegembiraan walau kesakitan dirimu dikau pendamkan

ayah 
walaupun kita bertemu hanya seketika
tapi segala kenangan kita akan kukenang sampai kesudah
senda tawamu tidak pernah sirna dek ditelan masa 
wajah riangmu masih segar di rak ingatanku
dikaulah ayah yang selalu kurindu
yang dulunya seringkali mendakapku
dan menyuap nasi kemulutku
bahagianya bila buku kenangan itu tersingkap
bagai aku mengulang masa kenangan lalu bersamamu ayah

ayah
dikaulah hadiah yang terindah buat diriku ini
yang sentiasa melayan segala ragamku
yang sentiasa memberi apa jua pintaku
walau ianya sesusah manapun
dikaulah ayah yang terbaik dalam hidupku

ayah
kerinduan ku terhadapmu
sukar untuk ku bendung
kerna ku sayangkanmu selalu
TERIMA KASIH AYAH

Sajak Alam

Aku tetap Menunggu

aku tanpamu aku keliru
menduga waktu menunggumu hadirmu
resah dihati tanpa suaramu
gelisah dijiwa tanpa hadirmu
berapa lama harus ku nanti
rasa dihati tak tahan lagi
ingin bertemu walau sekali
dimana jua ku tetap tempuhi

menantimu bagaikan menunggu
suria pagi mengukir wajah
yang jarang sekali dimiliki setiap insan
namun itu tetap ku nanti
kerna bagi ku dirimu pasti hadir suatu hari nanti
menemani ku seperti waktu dulu

hari semakin tua
aku masih menanti
bila dikau kunjung tiba
untuk meriangkan setiap anak kecil
mengembirakan mata dewasa yang memandang
menceriakan senyuman ibu yang mengandung
membanggakan segak ayah yang mendidik dan menjaga
hadirlah dikau agar semua menikmati bahagia

dikaulah hujan yang ku nanti setiap waktu
kurnian ilahi yang penuh rahmat
yang didalamnya terkandung bejuta nikmat
buat insan-insan sejagat
aku mohon hadirlah dikau
membasahi setiap kekontangan inci bumi ini
membasahi setiap kekeringan jiwa insani
agar semuanya bahagia dengan hadirmu
terima kasih atas segala rahmat dari yang maha kuasa